{"id":658,"date":"2017-06-10T14:13:43","date_gmt":"2017-06-10T07:13:43","guid":{"rendered":"http:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658"},"modified":"2022-12-05T13:34:26","modified_gmt":"2022-12-05T06:34:26","slug":"desa-pelangi-taichung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658","title":{"rendered":"Warna Warni Di Desa Pelangi Kota Taichung"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-675\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Cover-warna-warni-taiwan-750x430.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"430\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Cover-warna-warni-taiwan-750x430.jpg 750w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Cover-warna-warni-taiwan-750x430-300x172.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/>&nbsp;<\/p>\n<p>By Petrus Loo , www.klayapan.com<\/p>\n<p>Sekitar 20 menit naik taxi dari pusat kota Taichung, Taiwan. Bisa juga menggunakan bus kalau punya waktu. Tapi buat kami yang baru pertama kali berada di Taiwan, apalagi di kota Taichung dan berburu dengan waktu, taxi merupakan alternatif tercepat. Ingat, di Taiwan tidak ada taxi online (Grab atau Uber), yang ada hanya taxi meter konvensional. Kabarnya pemerintah setempat belum mengizinkan taxi online beroperasi di negara tersebut.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-674\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Seperti biasa, sebelum sampai ke tempat tujuan saya sudah melakukan survey dan pencarian melalui mbah google. Sehingga kita tidak buta akan lokasi yang akan dituju. Dan tentunya kita punya gambaran seperti apa lokasi yang akan dikunjungi nantinya. Lokasi yang dituju adalah Rainbow Village diartikan kira-kira \u201cDesa Pelangi\u201d atau Chai Hong Juan dalam bahasa lokal.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-673\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-1.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-1.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-1-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-672\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-2.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-2.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-2-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Berhubung hari ini kebetulan hari makan Bak Cang (orang sana menyebutnya Tuan Wu Jie), di Taiwan libur nasional (Long weekend). Bertepatan lagi jumat sabtu minggu. Tentu saja daerah wisata akan menjadi sasaran pengunjung. Ketika tiba dilokasi sudah ramai pengunjung dengan bus wisata maupun kendaraaan pribadi. Pelataran parkir yang cukup luas sudah penuh dengan kendaraan. Masih untung, pemgemudi taxinya sangat baik. Bersedia mengantarkan kami ke&nbsp; lokasi dan menunggu kami hingga selesai. Katanya tempat yang kita kunjungi itu tidak luas, sebentar saja selesai. Dan katanya kakek Huang (pelukis dan pemilik kampung pelangi) ada di dalam biasanya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-671\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-12.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-12.jpg 400w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-12-200x300.jpg 200w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<p>Dinamakan rainbow &nbsp;village (Chai Hong Juan), karena rumahnya lama telah dilukis oleh seorang tua veteran perang. Lukisan dengan ciri khas warna warni yang kental lingkaran, mata, bulatan dll. Veteran perang tahun 1940an, ketika Chiang Kai Shek (bapak pendiri Taiwan yang nasionalis) kalah perang saudara dengan komunis Tiongkok Daratan, membawa 2juta lebih tentara dan keluarganya pindah dari dari Tiongkok Daratan ke pulau Faumosa. Awalnya merupakan perkampungan sementara, karena akan pulang kembali, namun karena faktor politik, akhirnya menjadi permanen menetap di pulau Formosa yang sekarang disebut Taiwan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-670\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-3.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-3.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-3-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-669\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-4.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-4.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-4-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Perkampungan yang dibangun saat itu sangatlah sederhana, konstruksi yang jelek dan kecil. Pada perkembangan berikutnya menjadi tanah negara dan bermasalah dikemudian hari. Bertahun \u2013 tahun kemudian, desa ini mulailah ditinggalkan orang dan menjadi kumuh. Daerah sekitarnya telah berkembang pesat menjadi properti yang modern. Pemerintah mulai meratakan desa \u2013 desa lama menjadi bagunan apartemen di tahun 90an. Hal ini juga karena perkembangan dan kemajuan negara itu.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-668\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-5.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-5.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-5-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-667\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-6.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-6.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-6-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Beberapa diantaranya melakukan protes akan penghancuran rumah mereka. Salah satunya yang menjadi terkenal adalah Huan Yong Fu (87 tahun) yang melakukan protes atas peruntuhan rumahnya. Kisah desa Pelangi di Taichung ini menjadi terkenal di seluruh negeri dan dianggap sebuah demonstrasi yang efektif.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-666\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-13.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-13.jpg 400w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-13-200x300.jpg 200w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-665\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-7.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-7.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-7-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Kakek Huang (Huang Yong Fu) adalah seorang veteran militer yang lahir di Hong Kong dan berperang melawan komunis. Setelah tinggal di Taiwan selama lebih dari 60 tahun, pemerintah kota Taichung memutuskan sudah waktunya desa dia&nbsp; tinggalkan untuk dirobohkan. Huang yang sekarang disebut orang \u201cKakek Pelangi\u201d, tidak melawan pemerintah secara formal, tapi dengan melukis. Sebagai seniman otodidak, dia melukis rumah warna warni diseluruh rumahnya, gerbang dan jalan setapak. Ia menggunakan warna yang sangat terang dan melukis sosok yang sangat acak dan imaginatif, termasuk tumbuhan, hewan, monster, selebriti dan pahlawan budaya tradisional.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-664\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-8.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-8.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-8-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Kebetulan Desa itu berada di sebelah universitas Lin Fung yang penuh dengan kaum pelajar, dan siswa \u2013 siswa disana memperhatikan apa yang dia lakukan dan mereka mempromosikan hasil karyanya melalui media sosial. Dengan kemajuan jaman foto \u2013 foto disebar di media sosial, sehingga menjadi viral dan dikenal semua orang.]<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-663\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-9.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-9.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-9-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Dengan cepat, desa pelangi menjadi tujuan wisata banyak orang ketika dia masih sibuk melukis. Para wisatawan menawarkan berbagai donasi untuk mendukung seniman yang hampir mencapai usia 90 an. Protes yang damai mendapat simpati dari seluruh daerah dengan banyaknya pengiriman email kepada walikota Taichung. Termasuk keluhan atas niat pemerintah untuk meruntuhkan desa tersebut. Permintaan penagguhan berdatangan dari penjuru negri.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-662\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-10.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-10.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-10-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Perjuangan seorang kakek membuahkan hasil, sampai saat ini desa pelangi masih tetap ada dan bahkan mulai direstorasi atas bangunan yang sudah tua. Pada saat kami disana, sebagian bangunan tidak bisa masuk, karena atapnya dalam perbaikan. Dan terlihat kontras sebuah &nbsp;perkampungan lama berada ditengah ditengah kota.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-661\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-11.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-11.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/warna-warnni-taiwan-11-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Desa Pelangi masih ada sampai sekarang karena usaha dan kreativitas kakek Huang. Dilokasi juga ada jual souvenir untuk donasi dan kakek Huang melayani tanda tangan, layaknya seorang selebritis. Dan juga bersedia berfoto ria bersama para pengunjungnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-660\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/penjualan-souvernir-merchandise-rainbow-village.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/penjualan-souvernir-merchandise-rainbow-village.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/penjualan-souvernir-merchandise-rainbow-village-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-659\" src=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/belakang-rumah.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/belakang-rumah.jpg 600w, https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/belakang-rumah-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; By Petrus Loo , www.klayapan.com Sekitar 20 menit naik taxi dari pusat kota Taichung, Taiwan. Bisa juga menggunakan bus<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":675,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[28,27,5,24,29,30],"class_list":["post-658","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-travel","tag-night-market","tag-taicung","tag-taiwan","tag-travel","tag-29","tag-30"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Warna Warni Di Desa Pelangi Kota Taichung - \u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Warna Warni Di Desa Pelangi Kota Taichung - \u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp; By Petrus Loo , www.klayapan.com Sekitar 20 menit naik taxi dari pusat kota Taichung, Taiwan. Bisa juga menggunakan bus\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"\u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-10T07:13:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-12-05T06:34:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Cover-warna-warni-taiwan-750x430.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"430\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#\/schema\/person\/4bf0ef709507a3843637b27aa6b9eb04\"},\"headline\":\"Warna Warni Di Desa Pelangi Kota Taichung\",\"datePublished\":\"2017-06-10T07:13:43+00:00\",\"dateModified\":\"2022-12-05T06:34:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658\"},\"wordCount\":694,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"night market\",\"taicung\",\"taiwan\",\"travel\",\"\u53f0\u4e2d\",\"\u53f0\u7063\"],\"articleSection\":[\"Travel\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658\",\"url\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658\",\"name\":\"Warna Warni Di Desa Pelangi Kota Taichung - \u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2017-06-10T07:13:43+00:00\",\"dateModified\":\"2022-12-05T06:34:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Warna Warni Di Desa Pelangi Kota Taichung\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/\",\"name\":\"\u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703\",\"description\":\"IKATAN CITRA ALUMNI TAIWAN INDONESIA - SUMATRA UTARA\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#organization\",\"name\":\"\u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703\",\"url\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/logo-web-icati-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/logo-web-icati-2.jpg\",\"width\":588,\"height\":150,\"caption\":\"\u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#\/schema\/person\/4bf0ef709507a3843637b27aa6b9eb04\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dae7cf1c2d73b807c74b4c51ee9e34b2a0e43be3ad9df9a5710567863c59a473?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dae7cf1c2d73b807c74b4c51ee9e34b2a0e43be3ad9df9a5710567863c59a473?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Warna Warni Di Desa Pelangi Kota Taichung - \u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Warna Warni Di Desa Pelangi Kota Taichung - \u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703","og_description":"&nbsp; By Petrus Loo , www.klayapan.com Sekitar 20 menit naik taxi dari pusat kota Taichung, Taiwan. Bisa juga menggunakan bus","og_url":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658","og_site_name":"\u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703","article_published_time":"2017-06-10T07:13:43+00:00","article_modified_time":"2022-12-05T06:34:26+00:00","og_image":[{"width":750,"height":430,"url":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Cover-warna-warni-taiwan-750x430.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#\/schema\/person\/4bf0ef709507a3843637b27aa6b9eb04"},"headline":"Warna Warni Di Desa Pelangi Kota Taichung","datePublished":"2017-06-10T07:13:43+00:00","dateModified":"2022-12-05T06:34:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658"},"wordCount":694,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#organization"},"keywords":["night market","taicung","taiwan","travel","\u53f0\u4e2d","\u53f0\u7063"],"articleSection":["Travel"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658","url":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658","name":"Warna Warni Di Desa Pelangi Kota Taichung - \u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#website"},"datePublished":"2017-06-10T07:13:43+00:00","dateModified":"2022-12-05T06:34:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?p=658#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Warna Warni Di Desa Pelangi Kota Taichung"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#website","url":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/","name":"\u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703","description":"IKATAN CITRA ALUMNI TAIWAN INDONESIA - SUMATRA UTARA","publisher":{"@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#organization","name":"\u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703","url":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/logo-web-icati-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/logo-web-icati-2.jpg","width":588,"height":150,"caption":"\u5370\u5c3c\u8607\u5317\u7559\u53f0\u540c\u5b78\u6703"},"image":{"@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#\/schema\/person\/4bf0ef709507a3843637b27aa6b9eb04","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dae7cf1c2d73b807c74b4c51ee9e34b2a0e43be3ad9df9a5710567863c59a473?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dae7cf1c2d73b807c74b4c51ee9e34b2a0e43be3ad9df9a5710567863c59a473?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/658","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=658"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/658\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":676,"href":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/658\/revisions\/676"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=658"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=658"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.icatisumut.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=658"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}